Deteksi Dini Gangguan Bahasa

pascal-edu.com – Data Surveilans dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di 7 RS Pendidikan di Indonesia (Surabaya, Jakarta, Bandung, Palembang, Denpasar, Padang dan Makassar) pada 2007 menunjukkan, gangguan bicara-bahasa merupakan salah satu gangguan perkembangan yang paling dominan di antara berbagai jenis gangguan perkembangan anak lainnya.

Besarnya insiden gangguan bicara-bahasa di 7 kota besar tersebut rata-rata berkisar 21%. Hal tersebut mengemuka pada acara Media Edukasi yang diselenggarakan UKK Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial IDAI bekerja sama dengan Kalbe Nutritionals – Morinaga beberapa waktu lalu.

Ketua UKK Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial IDAI, Dr. dr. Eddy Fadlyana, MKes., SpA(K) mengatakan, penanganan anak dengan gangguan bicara-bahasa lebih ditekankan pada aspek pencegahan melalui kegiatan deteksi dini. “Perkembangan bicara-bahasa merupakan salah satua aspek perkembangan anak yang sangat menentukan kecerdasan dan perilaku anak sehingga keterlambatan diagnosis akan berdampak pada keterlambatan penanganan dan berimbas pada terancamnya kemampuan kecerdasan dan perilaku anak.”

Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition Morinaga Kalbe Nutritionals dalam kesempatan yang sama menjelaskan, Kalbe Nutritionals pun juga ikut aktif berperan dalam menyebarluaskan semua informasi deteksi dini mengenai tumbuh kembang anak kepada seluruh masyarakat. Pada 2013- 2014, Kalbe Nutritionals bekerja sama dengan UKK Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial IDAI melaksanakan road show Pelatihan Deteksi Dini Gangguan Kognitif dan Bahasa di 10 kota besar di seluruh Indonesia.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dokter anak dalam hal mengenal dan mendiagnosis secara dini gangguan kognitif dan bahasa pada anak. Sementara itu Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A (K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang RSUD Dr.Soetomo/FK Unair Surabaya menjelaskan, tanpa kegiatan deteksi dini, maka 70-80% gangguan perkembangan anak tidak teridentifkasi sehingga kegiatan deteksi dini ini selayaknya ditujukan kepada semua anak tanpa kecuali, dengan prioritas kepada anak atau bayi berisiko tinggi.

Sebabnya, perjalanan tumbuh kembang anak sulit diprediksi hasil akhirnya, bisa saja anak yang lahir normal akan berkembang menjadi abnormal dan sebaliknya anak yang lahir abnormal bisa berkembang menjadi normal. Oleh sebab itu, deteksi dini sangat diperlukan.