Apa Itu NetApp

Berdasarkan laporan IDC Asia Pacific pada Desember 2013, NetApp Indonesia berhasil mencatatkan prestasi tersendiri dengan menguasi pangsa pasar hingga 21,26 persen. Apabi- la dibandingkan dengan tahun lalu, berarti NetApp sukses mencatat pertumbuhan per tahunnya (kuartal yang sama) hingga 87,4 persen. Pencapaian ini menegaskan komitmen NetApp di Indonesia sejak 10 tahun lalu untuk selalu konsistem dalam menyediakan solusi pengelolaan storage dan data bagi perusahaan. Tidak bisa dipungkiri, tren teknologi cloud computing, Big Data, video analytic, dan lainnya menjadikan solusi NetApp menjadi krusial bagi setiap perusahaan di tengah-tengah persaing an sengit belakangan ini.

Baca Juga : Game Android Offline Terbaik

Seperti diketahui, inovasi NetApp yang menjadi andalan perusahaan diantaranya adalah solusi Hybrid Data Center, dan platform Clustered Data ONTAP untuk infrastruktur data. Fast Forward: Tren TI di tahun 2014 Scott Morris (VP dan General Manager NetApp Asia Tenggara) dalam presentasinya menguraikan tren teknologi informasi (TI) di tahun 2014 ini. Ringkasnya, ada lima prediksi tren TI yang bakal terjadi nanti. Tren pertama adalah infrastruktur yang terkonvergensi, dimana para vendor bertanggung jawab untuk memastikan implementasi berlangsung tanpa gangguan. Hal ini memungkinkan perusahaan lebih produktivitas dan kompetitif dalam menjalankan roda bisnisnya. Teknologi cloud juga mulai dirangkul perusahaan karena berkaitan langsung dengan aktivitas mobile karywan dan pemanfaatan Big Data,” lanjut Scott. Poin kedua menurutnya adalah interconnectivity antarcloud service agar pengguna tidak lagi direpotkan karena data di antara berbagai cloud tidak kompatibel. Akibatnya, tentu akan menghambat pertukaran data. Ke depannya, solusi NetApp akan mengentaskan semua persoalan interconnectivity tersebut sehingga tercipta ekosistem yang utuh sehingga setiap cloud dapat saling terhubung dan saling bersinergi. Seperti tahun-tahun terdahulu, faktor keamanan dan kemudahan mengakses informasi dari Big Data akan semakin penting peranannya bagi perusahaan. Akses informasi yang mudah bagi setiap karyawan terhadap data perusaaahan menjamin kebocoran informasi atau kontradiksinya, minimnya informasi diharapkan tidak akan terjadi lagi dengan adanya solusi pengelolaan data dari NetApp. Kesenjangan antara kecanggihan infrastruktur dan solusi TI dengan sumber daya masnusia yang ada juga bisa terjadi di perusahaan. Akibatnya bisa diduga, terjadinya kebocoran dan ketidakefisinan di berbagai sektor. Poin keempat inilah yang ditegaskan Scott sebagai dua hal yang saling berkaitan sehingga perlu dicari solusinya oleh NetApp. Mengakhiri prediksinya, Scott melihat adanya pergeseran di banyak perusahaan yang mulai meninggalkan pola investasi infrastruktur fisik, khususnya storage. Perusahaan mulai meninggalkan pola lama tersebut dan mulai melirik jasa penyedian layanan storage yang dapat mengukur kebutuhan sebenarnya bagi perusahaan. Ini berarti efisiensi pun tercipta.